Halaman

Selasa, 04 Desember 2012

Google Eatrh: Bumi bisa pindah ke dalam kelas

Dapat tugas lagi...tugas keempat disuruh cari program yang bisa dimanfaatkan untuk komputer pembelajaran. Paaaaaaaaasss banget, waktu paginya saya mengajar di kelas 6 menggunakan software ini, materi yang saya ajarkan mengenai Benua Afrika kelas 6 SD. Yah karena saya orangnya itu Hi-tech ..(ceileee...padahal aslinya tidak bisa apa-apa, tradisional banget). Jadi saya pilih lah google earth ini...saya senang menggunakan software ini..siswa-siswa juga terlihat takjub ketika melihat Bumi dalam bentuk 3D saat saya tampilkan di tembok kelas menggunakan LCD...jadi Bumi bisa pindah ke kelas, SDN Jatimulyo 5 tentunya,..hehehe...berikut saya jelaskan mengenai software ini.
Google Earth merupakan Program memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, Google Earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc., sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005. Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web.
Globa virtual ini memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Google Earth memolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi. Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML).
Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur (seperti jembatan) 3D, yang meliputi buatan pengguna yang menggunakan SketchUp, sebuah program pemodelan 3D.
6
 
7
 
Keterangan  :

  1. Panel Cari. Untuk mencari tempat dan arah serta mengelola hasil pencarian
  2. Kontrol navigasi. Untuk memperbesar, melihat dan berkeliling
  3. Toolbar ini terdapat berbagai fungsi yaitu (dari kiri ke kanan)
a.       Sembunyikan/Tampilkan sidebar. Untuk menyembunyikan atau menampilkan sidebar (panel Cari, Tempat, dan Lapisan).
b.      Penanda tempat. Untuk menambahkan penanda tempat lokasi.
c.       Poligon. Untuk menambahkan poligon.
d.      Jalur. Untuk menambahkan jalur (garis atau beberapa garis).
e.      Hamparan Gambar. Untuk menambahkan hamparan gambar di Earth.
f.        Perekam. Untuk merekam tur perjalanan
g.       Pengukur. Untuk mengukur jarak atau luas area.
h.      Matahari. Klik untuk menampilkan cahaya matahari di seluruh lanskap mengetahui keadaan siang atau malam.
i.        Langit. Untuk melihat bintang, konstelasi, galaksi, planet, dan bulan.
j.        Email. Untuk mengirim tampilan melalui email.
k.       Cetak. Untuk mencetak tampilan Earth aktif.
l.        Tampilkan di Google Maps. Untuk menayangkan tampilan aktif Google Maps di peramban web.
  1. Panel Lapisan. Untuk menampilkan tempat menarik.
  2. Panel Tempat. Untuk mencari, menyimpan, mengatur, dan mengunjungi ulang penandaan tempat.
  3. Penampil 3D. Untuk melihat globe beserta datarannya di jendela ini.
  4. Panel status. Untuk melihat koordinat, ketinggian, tanggal pencitraan dan status streaming.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PEMBELAJARAN DENGAN GOOGLE EARTH
  1. Keunggulan Pembelajaran dengan Google Earth
1.    Dengan Google Earth, Siswa atau peserta didik dapat melihat dengan jelas lokasi tempat tinggalnya, dapat menandai kira-kira dimana dia berada, dan bahkan dapat menelusuri daerah-daerah lain dalam waktu sekejap.
2.    Dapat mengetahui dengan persisnya dan up to date dimana beradanya misalnya, Monumen Nasional kita, jika kita menjelajahi Jakarta dengan Globe Dunia, maka akan ditunjukkan foto terkini Monumen Nasional, hasil foto satelit, demikian juga dengan foto terkini kondisi Gunung St. Helens ataupun Gunung Everest dengan menggunakan foto 3 Dimensi.
3.    Guru atau Pengajar tidak diribetkan dengan membentangkan Peta yang berukuran Besar, bahkan Globe yang harus diputar-putar, tetapi si Guru cukup membawa Laptop, Modem Internet, tahu gimana caranya menghubungkan Laptop dengan Layar Infokus (LCD), tahu bagaimana caranya mengkoneksikan Internet, tahu bagaimana mengaktifkan aplikasi Internet Explorer, Mozzila Firefox dan sejenisnya, sudah menginstall Google Earth, tahu bagaimana menjalankan Google Earth.
4.    Siswa lebih aktif jadinya untuk mengetahui rahasia-rahasia didalam Google Earth, Guru benar-benar memegang peranan sebagai Pendidik, karena Guru hanya memberi arahan, instruksi dan mengawasi peserta didik. Pembelajaran telah mengarah kepada Siswa Aktif, bukan Pasif lagi hanya mendengar dan mendengar, tetapi dengan Aplikasi Google Earth digunakan, Siswa diharapkan mampu menunjukkan Lokasi-lokasi tertentu di Globe, tau persis dimana letaknya suatu daerah.
5.    Dengan Google Earth, kita juga mampu menjelajahi Langit, Bulan dan Bahkan Mars, syarat utama, harus terkoneksi dengan Internet. Sehingga Siswa tahu bagaimana bentuk Mars yang sebenarnya, bentuk Bulan yang sebenarnya.
6.    Kita dapat menjalankan peran kita sebagai seorang Astronot, karena di Google Earth ada fasilitas Simulator Penerbangan, dimana kita dapat berpura-pura menjadi Pilot Pesawat Jet Tempur F-16 atau pesawat terbang baling-baling SR22, sehingga memicu daya nalar peserta didik kita untuk lebih aktif menggunakan Google Earth ini.
7.    Di Google Earth ini, kita juga mampu menambahkan Gambar ataupun obyek di titik-titik tertentu.

  1. Kelemahan Pembelajaran dengan Google Earth
1.    Penggunaan Google Earth harus terkoneksi internet dengan kecepatan tinggi.
2.    Terdapat tempat-tempat yang di anggap rahasia yang secara sengaja di kaburkan.
3. Gambar yang dipasang kadang-kadang tidak tepat



Ini juga ada video mengenai tutorial download dan memakainya. Yah, maaf bagi yang alergi dengan bahasa inggris ...indonesian subtitlenya belum ada..hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar